Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Tuesday, 5 May 2020

Nasehat Untuk Wanita Bercadar Yang Suka Upload Foto

Muslimah bercadar berpose di balik layar mungil kamera. Fotonya pun tersebar ke belahan dunia dengan caption indahnya. Menarik mata, tidak hanya untuk membaca, namun menikmati anggunya gadis berhijab yang ditampilkan. Ternyata gambar tak cukup untuk menunjukkan dirinya kepada dunia, iapun mencoba memperdengarkan suara, berbagi gerak gerik tubuh di balik hijab seakan mengumumkan kepada dunia, “Inilah yang sudah kulakukan”. Pengakuan, keinginan untuk tampil dan dilihat di balik layar sosial media. Padahal, kepada siapa kita ingin membuktikan amal? Jika kepada Allah, maka Allah Maha Melihat bahkan yang tersembunyi di dalam hati. Namun, jika yang kita harapkan adalah pengakuan manusia, kita memang perlu menunjukkan diri, karena penglihatan manusia terbatas.



Sebagian berkata, “Tidak! kami ‘tampil’ untuk berdakwah, syiar islam dengan hijab dan cadar agar muslimah lainnya qqqikut berhijab sebagaimana perintah syariat. Bukan untuk pamer kepada manusia..”

Jika demikian, mari simak artikel berikut, semoga bermanfaat untuk kami dan saudariku sekalian..

Wanita bercadar berfoto selfie: Syiar Islam Dan Dakwah?
Saudariku.. berdakwah adalah jalan kebaikan, inilah kewajiban seorang muslim untuk saling nasehat menasehati dalam kebenaran. Namun, dakwah kepada syariat harus dilakukan atas landasan syariat pula, sebagaimana mengingkari kemungkaran tidak boleh menimbulkan kemungkaran yang lebih besar. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

“Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Inilah jalanku, aku dan orangorang yang mengikutiku mengajakmu kepada Allah dengan bashirah.” (QS. Yusuf : 108)

Bashirah artinya ilmu, yaitu setelah ikhlas berdakwah, mengajak manusia kepada Allah, ia harus berbekal dengan ilmu tentang apa yang hendak ia dakwahkan. (Ad-Da’watu Ilallah wa Akhlaaq Ad-Du’ah hal. 52-53).
Syaikh Bin Baz rahimahullah menambahkan, “Tujuan dakwah adalah mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, membimbing mereka kepada kebenaran hingga mereka berpegang dengannya dan selamat dari neraka dan adzab Allah. Dakwah mengeluarkan orang yang bodoh dari gelapnya kebodohan kepada cahaya ilmu.” (Ad-Da’watu Ilallah wa Akhlaaq Ad-Du’ah hal. 51).

Tidak mungkin tujuan dakwah dapat tercapai kecuali berlandaskan ilmu dan petunjuk yang lurus dari al-Qur’an dan Sunnah. Karena niat yang baik tidak diterima kecuali dengan cara yang benar atau minimal tidak melanggar atau bertentangan dengan syari’at.
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Kalimat

العلم قبل القول والعمل

‘Berilmu sebelum perkataan dan perbuatan.’ Dijelaskan oleh Ibnul Munayyir, ‘Maksud perkataan ini adalah bahwa ilmu merupakan syarat dibenarkannya ucapan dan perbuatan, sehingga ucapan perbuatan tidak akan teranggap kecuali dengan ilmu. Ilmu harusnya mendahului keduanya. Karena ilmu akan memperbaiki niat, dan niat akan memperbaiki amal.’ (Ma’alim fi Thariiqil Islah, hal. 8).

Mengajak muslimah untuk menyempurnakan hijab dengan cadar adalah ajakan kebaikan. Tapi, mengajak mereka dengan menyebarkan foto selfie cadar adalah ajakan tanpa ilmu dan bashirah, bahkan mengakibatkan munculnya banyak kemungkaran.

Kemungkaran menyebarkan foto muslimah bercadar
1. Menghilangkan esensi cadar

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59).

Fungsi hijab untuk menutup aurat muslimah sehingga mereka tidak diganggu. Namun yang kita dapati, selfie cadar malah menjadikan muslimah sebagai objek yang bisa dinikmati, walaupun ia berhijab.

2. Menyelisihi wanita generasi terbaik

Saudariku.. Generasi terbaik Islam adalah generasi sahabat. Merekalah yang pertama menerima syariat, mengimani dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh di bawah bimbingan Rasulullah al-Musthafa. Namun, para sahabat wanita dengan hijab syar’inya, tidak lantas menjadikan mereka merasa aman dari fitnah dengan tampil dihadapan lelaki yang bukan mahramnya.

Abu Hurairah bercerita bahwa kaum wanita mendatangi Rasulullah. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, kami tidak bisa mengikuti majelismu karena banyak kaum lelaki. Berikanlah satu hari bagi kami untuk bermajelis dengan engkau.” Beliau bersabda, “Tempat kalian di kediaman fulan.” Merekapun datang pada hari dan tempat yang dijanjikan. (HR. Ahmad 7310).

Nafi’ meriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Andai kita biarkan pintu ini untuk para wanita’.” Nafi melanjutkan, “Ibnu Umar tidak pernah masuk melalui pintu itu hingga wafat.” (HR. Abu Dawud, II/125, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud).

Ketika beribadah sekalipun, shahabiyah berusaha untuk menjaga jarak dengan laki-laki. Ummul Mu’minin Aisyah thawaf (mengelilingi ka’bah) menjauh dari para lelaki dan tidak berbaur dengan mereka (HR. Bukhari).

3. Membuka pintu fitnah

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu fitnahpun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari No. 5096 dan Muslim no. 2740)

Syaikh Musthafa al-Bugha menjelaskan dalam ta’liqnya terhadap Sahih Bukhari tentang makna kata أضرّ; yaitu banyaknya bahaya dan kerusakan terhadap agama dan dunia mereka (laki-laki) (Shahih Al-Bukhari, hadits No. 5096).

Wanita memiliki fisik yang lemah dan akal yang kurang, namun tidak kita pungkiri begitu hebatnya fitnah (cobaan) wanita sehingga lelaki perkasapun bisa ‘tunduk’ kepada mereka. Saudariku.. Selfie cadar akan kembali membuka pintu fitnah yang sebagiannya sudah berusaha kita tutup dengan hijab.

4. Potensi tabarruj (berhias)

Ketika setan tak mampu menggoda muslimah untuk melepaskan hijabnya, setanpun menggiring muslimah untuk menjadikan hijabnya sebagai perhiasan. Orang yang tampil, tidak akan tampil kecuali dalam kondisi dan pose ‘terbaik’. Mulailah ia mengoleksi berbagai gamis terbaru, aksesoris hijab yang sedang hits, atau bahkan menghias matanya sehingga terlihat indah walaupun seluruh bagian tubuh lainnya tertutup. Setan akan terus mencari celah walaupun niat awalnya untuk berdakwah.

5. Milik publik

Kita tidak pernah tahu, foto-foto wanita yang tersebar bisa saja disalahgunakan orang yang tidak takut kepada Allah. Mereka bisa sepuasnya melihat, mengunduh, mencetak atau menempelnya di dinding kamar bahkan digunakan sebagai latar belakang poster untuk bahan ‘tontonan’. Walaupun asalnya foto tersebut milik kita, tidak ada yang bisa mencegahnya disalahgunakan, kecuali kita yang menahan diri dengan tidak mempublikasikannya.

6. Menjadi contoh dalam keburukan

Sikap latah dengan mengikuti tren kekinian adalah hal yang umum terjadi. Namun, muslimah yang berpegang dengan al-Qur’an dan Sunnah tidak latah dengan tren, tapi tunduk pada dalil, walaupun mayoritas muslimah melakukan demikian. Allah Ta’ala berfirman

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nuscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah mengira-ngira saja.” (QS. Al-An’am : 116)

Banyak yang beralasan, foto wanita bercadar untuk kepentingan dakwah. Sejatinya muslimah yang berdakwah dengan ‘selfienya’ tidak hanya mendakwahkan hijab tapi juga mendakwahkan perilaku selfie dengan hijab mereka.

7. Mencederai rasa malu

Hendaknya muslimah merasa malu dan risih jika ada lelaki ajnabi yang bisa melihat dengan jelas mata indahnya, lentik jarinya atau gerak-gerik tubuhnya. Adakah muslimah berani menampakkan sikap demikian di dunia nyata? Rasa malu harusnya mengahalanginya. Rasulullah Shallallaahu’alaihi wasallam bersabda

الحياء لا يأتى الا بخير

“Sifat malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan ”.(HR. Bukhari 6117).

Berbagai kemudharatan yang ada, sudah cukup menjadi alasan bagi kita meninggalkan selfie cadar dan memperingatkan kaum muslimah dari kemungkarannya.

Meninggalkan kebiasan selfie
Bagaimana jika foto sudah ‘terlanjur’ tersebar baik dengan cadar ataupun tidak? Bahkan kita sudah terbiasa berfoto tanpa hijab? Simak pembahasannya di artikel selanjutnya. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua.



Monday, 4 May 2020

1000+ Kata Mutiara Dan Nasehat Utsman bin Affan


Three worldly things have been made dear to me: feeding the hungry, clothing the naked and reading the Qur’an. – Utsman bin Affan

Tiga hal yang aku sukai di dunia ini, yaitu; memberi makan kepada orang yang lapar, memberi pakaian kepada orang yang bertelanjang, dan membaca Al-Qur’an. – Utsman bin Affan



Berikut Nasihat Indah Utsman bin Affan

Nasihat indah penuh hikmah dari Sayyidina Utsman bin Affan patut kita teladani. Berikut nasihatnya:

1. Jika hati kita suci, maka ia tidak akan pernah puas dari kalam Rabb-nya. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, bab al-Adab wa at-Tasawwuf).

2. Sungguh aku membenci, satu hari berlalu tanpa melihat (membaca) Alquran. (al-Bidayah wa an-Nihayah oleh Ibnu Katsir, 10: 388).

3. Bagian dunia yang kucintai ada tiga: (1) mengenyangkan orang yang lapar, (2) memberi pakaian mereka yang tak punya, dan (3) membaca Alquran. (Irsyadul Ibad li Isti’dadi li Yaumil Mi’ad, Hal: 88).

4. Ada empat hal ketika nampak merupakan keutamaan. Jika tersembunyi menjadi kewajiban. (1) Berkumpul bersama orang-orang saleh adalah keutamaan dan mencontoh mereka adalah kewajiban. (2) Membaca Alquran adalah keutamaan dan mengamalkannya adalah kewajiban. (3) Menziarahi kubur adalah keutamaan dan beramal sebagai persiapan untuk mati adalah kewajiban. (4) Dan membesuk orang yang sakit adalah keutamaan dan mengambil wasiat darinya adalah kewajiban. (Irsyadul Ibad li Isti’dadi li Yaumil Mi’ad, Hal: 90).

5. Ada 10 hal yang disia-siakan: Orang yang berilmu tapi tidak ditanyai. Ilmu yang tidak diamalkan. Pendapat yang benar namun tidak diterima. Senjata yang tidak digunakan. Masjid yang tidak ditegakkan salat di dalamnya. Mush-haf Alquran yang tidak dibaca. Harta yang tidak diinfakkan. Kendaraan yang tidak dipakai. Ilmu tentang kezuhudan bagi pencinta dunia. Dan usia panjang yang tidak menambah bekal untuk safarnya (ke akhirat).” (Irsyadul Ibad li Isti’dadi li Yaumil Mi’ad, Hal: 91).


Ada beberapa nasehat bijak yang pernah disampaikan oleh sahabat Utsman bin Affan. Pribadinya yang luhur tercermin dalam perkataan-perkataannya yang banyak memuat hikmah dan nasehat. Berikut ini beberapa kata mutiara islam Utsman Bin Affan yang banyak menyimpan pesan-pesan nasehat dan motivasi.

Dunia atau akhirat?

Worrying about the dunya is a darkness in the heart, while worrying about the akhirah is a light in the heart. – Utsman bin Affan

Risau terhadap dunia adalah kegelapan bagi hati, sedangkan risau terhadap akhirat adalah cahaya bagi hati. – Utsman bin Affan

Pendosa paling buruk

Amongst the sinners, the gravest is he who finds time to discuss the faults of others. – Utsman bin Affan

Di antara para pendosa, yang paling buruk adalah dia yang meluangkan waktunya untuk membahas kesalahan orang lain. – Utsman bin Affan

Keimanan tertinggi

The highest degree in Iman is that you always regard yourself in the presence of Allah. – Utsman bin Affan

Derajat keimanan yang paling tinggi adalah bahwa kamu selalu merasa berada di hadapan Allah. – Utsman bin Affan

Orang yang mengenal Allah

The signs of a person who really knows Allah are eight: his heart is in a state of fear and hope, his tongue is in a state of praise and gratitude, his eyes are in a state of shame and tears, and his will is in leaving the dunya and seeking the pleasure of his Lord. – Utsman bin Affan

Di antara tanda-tanda orang yang bijaksana ialah: hatinya selalu berniat suci, lidahnya selalu basah dengan dzikrullah, kedua matanya menangis karena penyesalan (terhadap dosa), segala perkara dihadapinya dengan sabar dan tabah, mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. – Utsman bin Affan

Empat hal yang sia-sia

Four things are useless, and they are: 1) Knowledge without practice, 2) Wealth without expenditure in the way of Allah, 3) Piety for the sake of show, prompted by worldliness, 4) and a long life with no stock of good deeds. – Utsman bin Affan

Ada empat hal yang tidak berguna, yaitu: 1) Ilmu tanpa amal, 2) Kekayaan tanpa diiringi dengan berinfak di jalan Allah, 3) Kesalehan hanya untuk dipamerkan, yaitu didorong oleh motivasi duniawi, 4) dan umur panjang yang dihabiskan tanpa berbuat amal kebajikan. – Utsman bin Affan

Tak pernah bosan

If our hearts were pure, they will never have enough from reciting Allah’s Speech (the Quran). – Utsman bin Affan

Andai hati kalian bersih, maka kalian tidak akan pernah merasa kenyang (bosan) dari membaca al-Qur’an. – Utsman bin Affan

Akibat perpecahan

When the Muslims are disunited, they would falter in their iman, and would be bereft of their inherent strength. – Utsman bin Affan

Ketika kaum Muslimin terpecah belah, keimanan mereka akan goyah dan akan kehilangan kekuatan persatuan di antara mereka. – Utsman bin Affan

Mengambil pelajaran

Acquire wisdom from the story of those who have already passed. – Utsman bin Affan

Ambillah hikmah dan pelajaran dari kisah orang-orang terdahulu. – Utsman bin Affan

Allah akan tampakkan

No one conceals something in his heart, but Allah causes it to be seen on his face or in a slip of the tongue. – Utsman bin Affan

Tak seorang pun yang menyembunyikan suatu rahasia di dalam hatinya kecuali Allah akan menampakkan pada raut wajahnya atau melalui perkataan yang terlontar dari lidahnya. – Utsman bin Affan

Tiga hal

Three worldly things have been made dear to me: feeding the hungry, clothing the naked and reading the Qur’an. – Utsman bin Affan

Tiga hal yang aku sukai di dunia ini, yaitu; memberi makan kepada orang yang lapar, memberi pakaian kepada orang yang bertelanjang, dan membaca Al-Qur’an. – Utsman bin Affan

Iri hati

It is sufficient for you that the one who envies you is distressed at the time of your joy. – Utsman bin Affan

Cukuplah bagimu bahwa orang yang iri terhadapmu merasa tertekan pada saat senangmu. – Utsman bin Affan

Dicintai Allah dan malaikat

Allah the Exalted loves him who forgoes worldly life, the Angels love him who rejects the vices, and the Muslims love him who gives up greediness in respect of the Muslims. – Utsman bin Affan

Allah mencintai orang yang mau meninggalkan dunia, Malaikat mencintai orang yang mau meninggalkan dosanya, dan umat islam mencintai orang yang tidak tamak. – Utsman bin Affan

Bahayanya lidah

The slip of the tongue is more dangerous than the slip of the feet. – Utsman bin Affan

Tergelincirnya lidah itu lebih berhaya daripada tergelincirnya kaki. – Utsman bin Affan

Alam kubur

Alam kubur merupakan pintu masuk akhirat sekaligus pintu keluar dunia. Nikmat dan siksa di sana tidak lebih dahsyat dibanding di akhirat. – Utsman bin Affan

Keutamaan ilmu

Pengetahuan lebih baik daripada kekayaan. Pengetahuan akan melindungimu, sedangkan kekayaan harus kamu lindungi. – Utsman bin Affan

Binasanya ilmu

Segala sesuatu itu akan binasa. Dan binasanya ilmu adalah lupa pada ilmu itu. – Utsman bin Affan

Lidah

Ketika lidah seseorang menjadi tenang dan ramah, maka hatinya menjadi saleh dan bersih. – Utsman bin Affan

Pemimpin yang aktif

Kalian lebih butuh pada pemimpin yang aktif ketimbang pemimpin yang sering mengumbar kata-kata. – Utsman bin Affan

Menemukan kenikmatan

Aku menemukan kenikmatan beribadah dalam empat hal: 1) ketika mampu menunaikan kewajiban-kewajiban dari Allah; 2) ketika mampu menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh Allah; 3) ketika mampu melakukan amar ma’ruf dan mencari pahala dari Allah; 4) ketika mampu melakukan nahi munkar dan menjaga diri dari murka Allah. – Utsman bin Affan

Keberhasilan

Aku tidak menganggapmu berhasil dalam suatu pencapaian sampai Alllah mengujimu dengan cobaan terakhirnya. – Utsman bin Affan

Allah tampakkan

Tidaklah seseorang menyembunyikan sesuatu melainkan Allah akan menampakkannya melalui raut mukanya dan ketergelinciran mulutnya. – Utsman bin Affan

Yang mampu

Tidak ada yang mampu mengurusi permasalahan umat islam kecuali orang yang memiliki integritas hikmah, matang, dan berpengalaman. – Utsman bin Affan


Rasulullah pernah berkata, "Orang yang paling penuh kasih sayang dari umatku adalah Abu Bakar, orang yang paling gagah berani membela agama Allah adalah Umar, dan orang yang paling jujur kerendah-hatiannya adalah Utsman."

Kepribadian baik itu bahkan telah dimiliki Utsman Bin Affan sejak saat beliau belum memeluk agama Islam. Oleh sebab itulah Nabi saw di kemudian hari merestui kedua putrinya yakni Ummu Kultsum dan Ruqayyah untuk menjadi pendamping hidup Utsman Bin Affan.

Sebagai seorang khalifah dengan segudang prestasi, tentu kita sebagai umat muslim harus memuliakannya dan banyak belajar dari Utsman Bin Affan.

Berikut ini adalah beberapa Petuah dari Utsman Bin Affan untuk memperkuat diri kita.

1. Andai hati kalian bersih, maka kalian tidak akan pernah merasa kenyang (bosan) dari membaca Al-Qur’an

2. Ketika kaum Muslimin terpecah belah, keimanan mereka akan goyah dan akan kehilangan kekuatan persatuan di antara mereka

3. Ambillah hikmah dan pelajaran dari kisah-kisah orang terdahulu

4. Cukuplah bagimu bahwa orang yang iri terhadapmu merasa tertekan pada saat senangmu

5. Tergelincirnya lidah lebih berbahaya daripada tergelincirnya kaki

6. Pengetahuan lebih baik daripada kekayaan, pengetahuan akan melindungimu, sedangkan kekayaan harus kamu lindungi

7. Segala sesuatu itu akan binasa, dan binasanya ilmu adalah lupa pada ilmu itu sendiri

8. Aku menemukan kenikmatan beribadah dalam empat hal

(1) Ketika mampu menunaikan kewajiban-kewajiban dari Allah
(2) Ketika mampu menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh Allah
(3) Ketika mampu melakukan amar ma’ruf dan mencari pahala dari Allah
(4) ketika mampu melakukan nahi munkar dan menjaga diri dari murkanya Allah

9. Aku tidak menganggapmu berhasil dalam suatu pencapaian tertentu hingga Alllah mengujimu dengan cobaan terakhirnya

10. Tidak ada yang mampu mengurusi persoalan umat Islam kecuali orang yang memiliki integritas hikmah, matang, dan berpengalaman

Seiring berjalannya kehidupan, kamu bisa mengambil banyak belajar dari perjalanan hidup tokoh terdahulu.

1. "Risau terhadap dunia adalah kegelapan bagi hati, sedangkan risau terhadap akhirat adalah cahaya bagi hati."

2. "Derajat keimanan yang paling tinggi adalah bahwa kamu selalu merasa berada di hadapan Allah."

3. "Ambillah hikmah dan pelajaran dari kisah orang-orang terdahulu."

4. "Ketika kaum Muslimin tercerai-berai, keimanan mereka akan terkoyakkan dan akan kehilangan kekuatan persatuan dan kesatuan di antara mereka."

5. "Tergelincirnya lidah itu lebih berbahaya daripada tergelincirnya kaki."

6. "Alam kubur merupakan pintu masuk akhirat sekaligus pintu keluar dunia. Nikmat dan siksa di sana tidak lebih dahsyat dibanding di akhirat."

7. "Kalian lebih butuh pada pemimpin yang aktif ketimbang pemimpin yang sering mengumbar kata-kata."

8. "Tidak seorang pun yang menyembunyikan suatu rahasia di dalam hatinya, kecuali Allah akan menampakkan pada raut wajahnya atau melalui perkataan yang terlontar dari lidahnya."

9. "Segala sesuatu itu akan binasa, dan binasanya ilmu adalah lupa pada ilmu itu sendiri."

10. "Aku tidak menganggapmu berhasil dalam suatu pencapaian tertentu hingga Allah mengujimu dengan cobaan terakhirnya."

11. "Pengetahuan lebih baik daripada kekayaan, pengetahuan akan melindungimu, sedangkan kekayaan harus kamu lindungi."

12. "Allah mencintai orang yang mau meninggalkan dunia, Malaikat mencintai orang yang mau meninggalkan dosanya, dan umat Islam mencintai orang yang tidak tamak."

13. "Tiga hal yang aku sukai di dunia ini, yaitu; memberi makan kepada orang yang lapar, memberi pakaian kepada orang yang bertelanjang, dan membaca Alquran."

14. "Ketika lidah seseorang menjadi tenang dan ramah, maka hatinya menjadi saleh dan bersih."

15. "Salat itu amal terbaik bagi manusia. Jika ia melaksanakannya dengan baik maka ikutilah mereka. Andaikata ia melaksanakannya dengan buruk maka jauhilah keburukan itu."

16. "Wahai hamba-hamba Allah, berhati-hatilah kalian. Bantulah pemimpin kalian, nasehatilah mereka dan janganlah kalian menganiaya mereka."

17. "Buatlah tujuan untuk hidup, kemudian gunakan segenap kekuatan untuk mencapainya, kamu pasti berhasil."

18. "Berbisnislah (berniagalah) dengan Allah SWT niscaya kalian akan mendapatkan untung."

19. "Diamnya orang yang diam lebih bahaya dari perlakuan serangan orang lain."

20. "Hindarilah minuman keras, karena itu kunci dari kejahatan."


Kepribadian Utsman bin Affan dikenal sebagai sosok yang luhur dan berbudi pekerti baik. Segala perkataan memuat hikmah dan nasehat yang baik.

21. "Di antara pendosa, yang paling buruk adalah dia yang meluangkan waktunya untuk membahas kesalahan orang lain."

22. "Andai hati kalian bersih, maka kalian tidak akan pernah merasa kenyang (bosan) dari membaca Alquran."

23. "Cukuplah bagimu bahwa orang yang iri terhadapmu merasa tertekan ada saat senangmu."

24. "(Hendaknya kita) menjaga batasan-batasan, menepati janji, rela dengan yang ada, dan bersabar atas yang hilang dari kita.”

25. "Tidak ada yang mampu mengurusi persoalan umat Islam, kecuali orang yang memiliki integritas hikmah, matang, dan berpengalaman."

26. "Aku menemukan kenikmatan beribadah dalam empat hal: ketika mampu menunaikan kewajiban-kewajiban dari Allah, ketika mampu menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh Allah, ketika mampu melakukan amar ma’ruf dan mencari pahala dari Allah, ketika mampu melakukan nahi munkar dan menjaga diri dari murkanya Allah."

27. "Di antara tanda-tanda orang yang bijaksana ialah: hatinya selalu berniat suci, lidahnya selalu basah dengan dzikrullah, kedua matanya menangis karena penyesalan (terhadap dosa), segala perkara dihadapinya dengan sabar dan tabah, mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia."

28. "Ketahuilah dunia itu dilipat di atas tipuan. Jangan sampai kamu tertipu oleh dunia dan jangan sampai kamu tertipu oleh setan dalam keta'atan kepada Allah."

29. "Janganlah kalian lalai terhadap Allah karena Allah tidak pernah lalai terhadap kalian."
30. "Pekerja keras memberiku bukti (bukan sekadar janji)."

31. "Aku merasa cukup dengan pandanganku sebagaimana aku merasa cukup dengan ingatanku."

32. "Sambutlah ajal kalian dengan amal baik yang kalian mampu."

33. "Tarikan pelajaran dari apa yang telah lewat serta bersungguh-sungguh."

34. "Aku lebih senang di pandang Allah SWT sebagai hamba yang berbuat baik dari pada sebagai orang yang berbuat kerusakan."

35. "Cinta dunia mengelapkan hati dan cinta akhirat menerangi hati."

36. "Sesungguhnya ALLAH SWT menciptakan makhluk dengan hak (benar), maka janganlah berbicara kecuali atas kebenaran."

37. "Setiap orang diberi masalah sesuai dengan kemampuannya."

38. "Orang yang terbaik mau menjaga dan berpegang teguh dengan kitab Allah SWT."

39. "Musyawarah dahulu sebelum berpendapat."

40. "Tamak penyakit bagi orang yang tidak mampu kendalikan dirinya."



"Ilmu pengetahuan adalah kehidupan pikiran."
"Jika kamu mengharapkan berkah dari Allah, maka bersikap baiklah kepada hamba-Nya."
"Memang sulit untuk bersabar, tapi menyia-nyiakan pahala dari sebuah kesabaran itu jauh lebih buruk."
"Kita menemukan kedermawanan dalam takwa (kesadaran akan Allah), kekayaan dalam yakin (kepastian), dan kemuliaan dalam kerendahan hati."
"Tanpa tindakan, pengetahuan tidak ada gunanya dan pengetahuan tanpa tindakan itu sia-sia."
"Hidup akan berlaku, namun kematian sangatlah dekat."
"Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap dibalas dengan buah."
"Setiap segala sesuatu itu ada kelebihannya. Maka janganlah suka meremehkan dan merendahkan."
"Salah satu dosa terburuk adalah seseorang yang menganggap remeh dosanya."
"Mau bersusah payah untuk menghilangkan penderitaan orang lain adalah esensi sejati dari kemurahan hati."
"Ada kebesaran dalam rasa takut akan Allah, kepuasan dalam beriman kepada Allah, dan kehormatan dalam kerendahan hati."
"Adalah hal yang memalukan bahwa seekor burung bangun lebih pagi daripada kamu di pagi hari."
"Tanpa ilmu, amal tidak ada gunanya. Sedangkan ilmu tanpa amal adalah hal yang sia-sia."

1000+ Kata Mutiara Dan Nasehat Abu Bakar ash-Shiddiq



The more knowledge you have, the greater will be your fear of Allah. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Semakin banyak ilmu yang kamu miliki, maka semakin besar pula ketakwaanmu terhadap Allah. – Abu Bakar Al-Shiddiq



"Ilmu pengetahuan adalah kehidupan pikiran."
"Jika kamu mengharapkan berkah dari Allah, maka bersikap baiklah kepada hamba-Nya."
"Memang sulit untuk bersabar, tapi menyia-nyiakan pahala dari sebuah kesabaran itu jauh lebih buruk."
"Kita menemukan kedermawanan dalam takwa (kesadaran akan Allah), kekayaan dalam yakin (kepastian), dan kemuliaan dalam kerendahan hati."
"Tanpa tindakan, pengetahuan tidak ada gunanya dan pengetahuan tanpa tindakan itu sia-sia."
"Hidup akan berlaku, namun kematian sangatlah dekat."
"Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap dibalas dengan buah."
"Setiap segala sesuatu itu ada kelebihannya. Maka janganlah suka meremehkan dan merendahkan."
"Salah satu dosa terburuk adalah seseorang yang menganggap remeh dosanya."
"Mau bersusah payah untuk menghilangkan penderitaan orang lain adalah esensi sejati dari kemurahan hati."
"Ada kebesaran dalam rasa takut akan Allah, kepuasan dalam beriman kepada Allah, dan kehormatan dalam kerendahan hati."
"Adalah hal yang memalukan bahwa seekor burung bangun lebih pagi daripada kamu di pagi hari."
"Tanpa ilmu, amal tidak ada gunanya. Sedangkan ilmu tanpa amal adalah hal yang sia-sia."


"Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku."
"Jangan berlebihan dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci sehingga membawa kebinasaan."
"Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku."
"Mahkota seseorang adalah akalnya. Derajat seseorang adalah agamanya. Sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya."
"Sabar adalah bahan ramuan paling menyehatkan dalam hidup kita."
"Berpegang teguhlah pada kebenaran, bahkan meski kebenaran itu akan membunuhmu.
Aku tidak peduli atas keadaan susah dan senangku, karena aku tidak tahu manakah di antara keduanya itu yang lebih baik bagiku."
"Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu, karena celamu lebih banyak darinya."
"Suatu pengetahuan (ilmu), kalaupun tidak bermanfaat untukmu, tidak akan membahayakanmu."
"Jangan tertipu oleh orang yang membaca Alquran. Tapi lihatlah kepada mereka yang perilakunya sesuai dengan Alquran itu."
"Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat. Jangan buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit."
"Jagalah salatmu. Karena saat kamu kehilangan salat, maka kamu akan kehilangan segalanya."


"Berbisnislah (berniagalah) dengan Allah swt niscaya kalian akan mendapatkan untung."
"Risau terhadap dunia adalah kegelapan bagi hati, sedangkan risau terhadap akhirat adalah cahaya bagi hati."
"Derajat keimanan yang paling tinggi adalah bahwa kamu selalu merasa berada di hadapan Allah."
"Cukuplah bagimu bahwa orang yang iri terhadapmu merasa tertekan pada saat senangmu."
"Tergelincirnya lidah itu lebih berbahaya daripada tergelincirnya kaki."
"Ketika lidah seseorang menjadi tenang dan ramah, maka hatinya menjadi saleh dan bersih."
"Diamnya orang yang diam lebih bahaya dari perlakuan serangan orang lain."
"Di antara pendosa, yang paling buruk adalah dia yang meluangkan waktunya untuk membahas kesalahan orang lain."
"Ketahuilah dunia itu dilipat di atas tipuan. Jangan sampai kamu tertipu oleh dunia dan jangan sampai kamu tertipu oleh setan dalam keta'atan kepada Allah."


Komik Islami Lainnnya:

Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
Baju Koko Vs Jersey - Komik Islami
Dunia Hanya Sementara
Komik Islami Bahasa Inggris
Komik Islami Tarawih Surat Pendek

Kisah Pendek Khutbah Jum'at
Menunggu Punahnya Corona
Komik Pendek Islami
Jangan Pernah Menunda Ibadah
Komik Islami Hitam Putih

Parno Karena Batuk Corona
Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
Komik Islami Hidup Bahagia
Komik Islami Nasehat Dan Renungan
Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com



"Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya."
"Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik."
"Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta dan rasa hormat."
"Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik."
"Apabila akal tidak sempurna maka kurangilah berbicara."
"Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya."
"Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur."
"Memaafkan adalah kemenangan terbaik."
"Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg menyia-nyiakan sahabat yg telah dicari."
"Perkataan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang."
"Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu."


Berikut ini beberapa kata bijak islam dari Abu Bakar Al-Shiddiq yang penuh nasehat dan motivasi. Membaca kumpulan kata bijak berikut ini, kita tidak hanya bisa mengetahui keutamaan dan akhlak seorang Abu Bakar Al-Shiddiq, tapi kita juga bisa memetik banyak hikmah dan nasihat yang bertebaran di dalamnya.

Orang Pemalu

A man who is shy and modest is an amazing character, but a woman who is shy and modest is beyond amazing. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Pria yang pemalu dan sederhana adalah karakter yang menakjubkan, namun wanita yang pemalu dan sederhana itu lebih menakjubkan lagi. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Jangan sombong

Beware of pride, because you will be returning to the earth and your body will be eaten up by the worms. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Waspadalah terhadap kesombongan, sebab pada akhirnya kamu kelak akan kembali ke tanah dan tubuhmu akan dimakan oleh cacing. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Mengharap kebaikan Allah

If you expect the blessings of God, be kind to His people. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Jika kamu mengharapkan berkah dari Allah, maka bersikap baiklah kepada hamba-Nya. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Menganggap remeh dosa

One of the worst sins is a person taking his sin lightly. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Salah satu dosa terburuk adalah seseorang yang menganggap remeh dosanya. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Memang sulit

It is difficult to be patient, but to waste the reward for patience is worse. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Memang sulit untuk bersabar, tapi menyia-nyiakan pahala dari sebuah kesabaran itu jauh lebih buruk. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Tak usah mengeluh

He who avoids complaint invites happiness. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Siapa yang menjauhkan diri dari sifat suka mengeluh maka berarti ia mengundang kebahagiaan. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Amal baik

Good actions are a guard against the blows of adversity. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Amal kebajikan adalah pengawal yang akan menjaga kita melawan serangan penderitaan. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Persaudaraan sesama muslim

Muslims should live like brothers. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Sesama Muslim seharusnya hidup seperti layaknya saudara. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Ilmu

Knowledge is the life of the mind. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Ilmu pengetahuan adalah kehidupan pikiran. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Kejujuran

The greatest truth is honesty, and the greatest falsehood is dishonesty. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Kebenaran terbesar adalah kejujuran, dan kepalsuan terbesar adalah ketidakjujuran. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Jangan merendahkan

Do not look down upon any Muslim, for even the most inferior believer is great in the eyes of God. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Jangan memandang rendah kepada setiap muslim, bahkan orang yang paling lemah imannya sekalipun adalah besar di mata Allah. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Mengharap surga

He who aspires to paradise should learn to deal with people with kindness. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Orang yang mengharapkan surga harus bisa belajar untuk berbuat baik kepada sesama manusia. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Membantu orang lain

Taking pains to remove the pains of others is the true essence of generosity. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Mau bersusah payah untuk menghilangkan penderitaan orang lain adalah esensi sejati dari kemurahan hati. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Pemimpin yang bijak

I have been given the authority over you, and I am not the best of you. If I do well, help me, and if I do wrong, set me right. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Aku telah terpilih menjadi pemimpin kalian, meskipun aku bukan orang yang terbaik di antara kalian. Karena itu, bantulah aku seandainya aku berada di jalan yang benar, dan bimbinglah aku seandainya aku berbuat salah. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Ilmu dan takwa

The more knowledge you have, the greater will be your fear of Allah. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Semakin banyak ilmu yang kamu miliki, maka semakin besar pula ketakwaanmu terhadap Allah. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Anehnya manusia

Man knows that he is weak, yet how strange it is that he continues to disobey the One that is Strongest of all. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Manusia tahu bahwa dirinya itu lemah, namun anehnya dia terus menerus tidak taat kepada Dia (Allah) Yang Maha Kuat. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Jangan kalah dari burung

It is a matter of shame that in the morning the birds should be awake earlier than you. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Adalah hal yang memalukan bahwa seekor burung justru bangun lebih awal daripada kamu di pagi hari. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Dekatnya kematian

Life comes to pass, yet Death is very much closer. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Hidup akan berlalu, namun Kematian sangatlah dekat. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Bersikap baik

He who fears to weep, should learn to be kind to those who weep. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Seseorang yang takut untuk menangis, maka dia pun harus belajar bersikap baik terhadap orang yang menangis. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Tanpa amal

He who enters the grave without provisions (good deeds), has, as if, he started swimming across the ocean without a vessel. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Barangsiapa memasuki kubur tanpa membawa bekal amal shalih, maka keadaannya seperti orang yang mengarungi lautan tanpa perahu. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Ilmu dan amal

Without knowledge, action is useless. And knowledge without action is futile. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Tanpa ilmu, amal itu tidak ada gunanya. Sedangkan ilmu tanpa amal adalah hal yang sia-sia. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Perlindungan Allah

It is by performing Salaah that a person secures Allah SWT’s protection on earth. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Dengan mengerjakan sholat, seseorang akan mendapat penjagaan dari Allah di muka bumi ini. – Abu Bakar Al-Shiddiq

Kata Kata Bijak Abu Bakar Al-Shiddiq
Murah hati

Bersedia menderita demi menghilangkan penderitaan orang lain adalah intisari dari kemurahan hati. – Abu Bakar

Hanya manusia biasa

Aku hanyalah manusia biasa dan aku bukanlah manusia terbaik di antara kamu. Apabila kalian lihat perbuatanku benar maka ikutilah aku, tapi bila kalian melihat perbuatanku salah maka betulkanlah. – Abu Bakar

Mengharap keberkahan

Jika kalian mengharapkan keberkahan dari Allah, berbuat baiklah terhadap hamba-hamba-Nya. – Abu Bakar

Dosa terburuk

Salah satu dosa terburuk adalah seseorang yang menganggap remeh dosanya. – Abu Bakar

Taatlah jika

Patuhilah aku selama aku patuh kepada Allah dan Rasulullah. Bila aku tidak mematuhi Allah dan Rasulullah maka jangan patuhi aku lagi. – Abu Bakar

Jangan sombong

Waspadalah terhadap kesombongan. Sebab pada akhirnya kamu kelak akan kembali ke tanah dan tubuhmu akan dimakan oleh cacing. – Abu Bakar

Seperti pohon

Jadilah seperti pohon yang tumbuh dan berbuah lebat. Dilempar dengan batu, tetapi membalasnya dengan buah. – Abu Bakar

Pembicaraan yang baik

Tidak ada pembicaraan yang baik, jika tidak diarahkan untuk memperoleh ridha Allah SWT. – Abu Bakar

Kecerdasan dan kebodohan

Kecerdasan yang paling cerdas adalah takwa, dan kebodohan yang paling bodoh adalah maksiat. – Abu Bakar

Hati yang kosong

Jika nasehat yang baik tidak memberikan pengaruh bagi perubahan seseorang, maka ketahuilah bahwa hatinya itu kosong. – Abu Bakar

Menemukan

Kami menemukan kedermawanan di dalam ketakwaan, kecukupan di dalam keyakinan, dan kemuliaan di dalam ketawadhu’an. – Abu Bakar

Terpujinya sifat malu

Pria yang pemalu dan sederhana adalah karakter yang menakjubkan, namun wanita yang pemalu dan sederhana itu lebih menakjubkan lagi. – Abu Bakar


Ibnu Al-Jauzi dalam bukunya yang bejudul “Sifāt al-Safwah” pernah meriwayatkan bahwa tatkala Abu Bakar sedang sakit, banyak orang yang menengoknya. Bahkan mereka menawarkan dokter yang bisa mengobati penyakitnya. Namun ditolak dengan halus. Karena ia merasa kematian telah berada di pelupuk matanya.

Salman al-Farisi meriwayatkan bahwa ketika  Abu Bakar yang sedang sakit, ia datang menengoknya  dan meminta nasehat terakhir dari ayah Aisyah tersebut.

“Wahai Khalifah, berikanlah nasehatmu kepadaku karena aku marasa engkau tidak bisa menasehatiku kecuali hari ini,” pinta Salman kepada Abu Bakar.

“Baiklah! Wahai Salman, nanti akan terjadi penaklukan di negeri orang kafir namun sungguh aku tidak tahu bagaimana nasibmu selanjutnya, apa yang engkau masukkan dalam perutmu dan engkau kenakan di atas punggungmu nantinya. Ketahuilah wahai Salman, barang siapa yang melakukan shalat lima waktu, maka ia akan berada dalam lindungan Allah SWT. Jangan  pernah membunuh ahlu zimmah jika engkau tidak ingin dituntut oleh Allah dan dicampakkan di neraka,” kata Abu Bakar kepada Salman.

Dalam bukunya “Al-Muhtadharun” , Abu Bakar bin Abdullah bin Abi Dunya meriwayatkan bahwa tatkala Abu Bakar Al-Siddiq akan meninggal dunia, ia berpesan kepada Umar bin Al-Khatab ra. Pesan itu berbunyi, “Wahai Umar, bertakwalah kepada Allah SWT. Sesungguhnya ada perbuatan yang harus dikerjakan untuk Allah pada malam hari dan tidak diterima jika dikerjakan pada siang hari. Ada juga perbuatan yang harus dikerjakan untuk Allah pada siang hari dan tidak akan diterima jika dikerjakan pada malam hari. Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amalan yang sunnah sebelum yang wajib dilaksanakan. Ketahuilah bahwa orang-orang yang memiliki  timbangan amalan kebaikan yang berat di akhirat, adalah mereka yang selalu mengikuti kebenaran di dunia. Kebenaran itulah yang memberatkan timbangan mereka. Sungguh, timbangan tidak akan menjadi berat kecuali di atasnya ada kebenaran.

Adapun orang-orang yang memiliki timbangan amal kebaikan yang ringan di akhirat adalah mereka yang  mengikuti kebatilan selama hidup di dunia. Kebatilan itulah yang membuat timbangan mereka menjadi ringan. Sungguh, timbangan tidak akan menjadi ringan kecuali di atasnya ada kebatilan. Tidakkah engkau tahu bahwa Allah menurunkan ayat yang mengandung harapan bersamaan dengan ayat yang mengandung kesulitan, dan ayat yang mengandung kesulitan bersamaan  ayat yang mengandung harapan? Hal ini dimaksudkan agar manusia selalu berharap dan takut kepada Allah, tidak membinasakan dirinya serta tidak memohon kepada Allah pada sesuatu yang tidak benar. Jika engkau menjaga wasiatku ini, maka tak ada satu pun yang paling engkau senangi dari yang hal yang gaib kecuali kematian. Jika engkau menyia-nyiakan wasiatku ini, maka tak ada satu pun yang paling engkau benci dari yang hal yang gaib kecuali kematian. Engkau pasti bisa melakukannya”.

Nasehat Abu Bakar Al-Siddiq mengingatkan kita pada akhirat. Ternyata dunia yang dibanggakan oleh banyak manusia hanya menjadi tempat persinggahan sementara dan semua akan ditinggalkan menuju kampung abadi yaitu akhirat. Tidak ada yang patut dibanggakan dalam diri kita, karena pada hakekatnya kita akan kembali pada Allah SWT.



Abu Bakar Ash-Shiddiq memiliki akhlak yang mulia. Karena ia setiap hari bertemu dan meniru perbuatan Nabi.

1. "Pria yang pemalu dan sederhana adalah karakter yang menakjubkan, namun wanita yang pemalu dan sederhana itu lebih menakjubkan lagi."

2. "Barang siapa yang memasuki kubur tanpa membawa bekal yaitu berupa amal shalih maka keadaannya seperti orang yang menyeberangi lautan tanpa menggunakan perahu."

3. "Semenjak aku masuk Islam, belum pernah kukenyangkan perutku, demi dapat merasakan segarnya beribadah; dan belum pernah pula aku puas minum, karena sangat rindunya aku kepada Ilah."

4. "Ilmu pengetahuan adalah kehidupan pikiran."

5. "Ikutilah jalan hidup yang ditunjukkan Nabi SAW suci kepadamu (Muhammad SAW), karena sesungguhnya itu adalah jalan yang benar."

6. "Jika kamu mengharapkan berkah dari Allah, maka bersikap baiklah kepada hamba-Nya."

7. "Seseorang yang takut untuk menangis, maka dia pun harus belajar untuk bersikap baik terhadap orang yang menangis."

8. "Mau bersusah payah untuk menghilangkan penderitaan orang lain adalah esensi sejati dari kemurahan hati."

9. "Bila telah masuk waktu salat, berdirilah kalian menuju ke tempat apimu yang sedang menyala dan padamkanlah ia."

10. "Dia yang membangun masjid di jalan Allah SWT, maka Allah SWT membangun rumah untuknya di surga."

11. "Memang sulit untuk bersabar, tapi menyia-nyiakan pahala dari sebuah kesabaran itu jauh lebih buruk."

12. "Kita menemukan kedermawanan dalam taqwa (kesadaran akan Allah), kekayaan dalam yaqin (kepastian), dan kemuliaan dalam kerendahan hati."

13. "Manusia tahu bahwa dirinya itu lemah, namun anehnya dia terus menerus tidak taat kepada Dia (Allah) Yang Maha Kuat."

14. "Tanpa tindakan, pengetahuan tidak ada gunanya dan pengetahuan tanpa tindakan itu sia-sia."

15. "Hidup akan berlaku, namun kematian sangatlah dekat."


16. "Amal kebajikan adalah pengawal yang akan menjaga kita melawan serangan penderitaan."

17. "Dengan mengerjakan salat, seseorang akan mendapat penjagaan dari ALLAH SWT di muka bumi ini."

18. "Ah, ingin aku jadi rumput saja, supaya dimakan oleh kuda (karena sangat ngerinya akan siksaan Allah)."

19. "Jangan memandang rendah kepada setiap muslim, bahkan orang yang paling lemah imannya sekalipun adalah besar di mata Allah."

20. "Tidak ada pembicaraan yang baik, jika tidak diarahkan untuk memperoleh ridha Allah SWT."


Agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, kamu harus selalu berbuat baik. Jangan lupa jadilah manusia yang bisa berguna bagi orang lain.

21. "Waspadalah terhadap kesombongan, sebab pada akhirnya kamu kelak akan kembali ke tanah dan tubuhmu akan dimakan oleh cacing."

22. "Tidak ada manfaat dari uang jika tidak dibelanjakan di jalan Allah. Tidak ada kebaikan dalam diri seseorang jika kebodohannya mengalahkan kesabarannya."

23. "Sesama Muslim seharusnya hidup seperti layaknya saudara."

24. "Kami diuji dengan kesusahan, maka kami sabar, tetapi ketika diuji dengan kesenangan (kemewahan), hampir-hampir kami tidak sabar."

25. "Kebenaran terbesar adalah kejujuran, dan kebohongan terbesar adalah ketidakjujuran."

26. "Siapa yang menjauhkan diri dari sifat suka mengeluh maka berarti ia mengundang kebahagiaan."

27. "Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap dibalas dengan buah."

28. "Setiap segala sesuatu itu ada kelebihannya. Maka janganlah suka meremehkan dan merendahkan."

29. "Salah satu dosa terburuk adalah seseorang yang menganggap remeh dosanya."

30. "Aku adalah manusia biasa dan aku bukanlah manusia yang terbaik di antara kamu. Apabila kalian lihat perbuatanku benar, maka ikutilah aku. Tapi bila kalian lihat perbuatanku salah, maka betulkanlah."

31. "Ada kebesaran dalam rasa takut akan Allah SWT, kepuasan dalam beriman kepada Allah SWT, dan kehormatan dalam kerendahan hati."

32. "Orang yang mengharapkan surga harus bisa belajar untuk berbuat baik kepada sesama manusia."

33. "Tidak boleh seorang muslim menghina muslim yang lain. Yang kecil pada kaum muslimin, adalah besar pada sisi Allah."

34. "Jika nasehat yang baik tidak memberikan pengaruh bagi perubahan seseorang, maka ketahuilah bahwa hatinya itu kosong."

35. "Semakin banyak ilmu yang kamu miliki, maka semakin besar pula ketakwaanmu terhadap Allah."

36. "Kecerdasan yang paling cerdas adalah takwa, dan kebodohan yang paling bodoh adalah maksiat."

37. "Adalah hal yang memalukan bahwa seekor burung justru bangun lebih awal daripada kamu di pagi hari."

1000+ Kata Mutiara Dan Nasehat Umar Bin Khattab


1. Jangan tertipu oleh orang yang membaca Alquran. Tapi lihatlah kepada mereka yang perilakunya sesuai dengan Alquran itu. – Umar bin Khattab

2. Duduklah bersama orang-orang yang mencintai Allah, karena bergaul bersama orang seperti mereka akan mencerahkan pikiran. – Umar bin Khattab

3. Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat. Jangan buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit. – Umar bin Khattab

4. Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa. – Umar bin Khattab

5. Menjauhi dosa itu lebih ringan daripada menanggung rasa sakit dari sebuah penyesalan. – Umar bin Khattab








1. Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu dan tidak ada kekhawatiran yang dapat mengubah masa depan. – Umar bin Khattab

2. Jangan berlebihan dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci sehingga membawa kebinasaan. – Umar bin Khattab

3. Jikalau kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal. – Umar bin Khattab

4. Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku. – Umar bin Khattab

5. Mahkota seseorang adalah akalnya. Derajat seseorang adalah agamanya. Sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya. – Umar bin Khattab

6. Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah lembut. – Umar bin Khattab

7. Aku khawatir akan datangnya hari di mana orang-orang yang tidak beriman merasa bangga dengan kedustaannya, sementara orang-orang yang beriman malu dengan keimanannya. – Umar bin Khattab

8. Jangan bersedih atas apa yang telah berlalu, kecuali kalau itu bisa membuatmu bekerja lebih keras untuk apa yang akan datang. – Umar bin Khattab



1. Ketahuilah sabar itu ada dua. Yang satu lebih utama daripada yang lain. Sabar pada waktu musibah itu baik. Yang lebih baik daripadanya lagi ialah sabar (menahan diri) dari yang diharamkan Allah. – Umar bin Khattab

2. Jadilah orang yang bermartabat, jujur dan selalu menyampaikan kebenaran. – Umar bin Khattab

3. Sabar adalah bahan ramuan paling menyehatkan dalam hidup kita. – Umar bin Khattab

4. Berpegang teguhlah pada kebenaran, bahkan meski kebenaran itu akan membunuhmu. – Umar bin Khattab

5. Jika pasanganmu sedang marah, maka kamu harus tenang. Karena ketika salah satunya adalah api, maka satu yang lainnya harus bisa menjadi air yang bisa meredam amarah itu. – Umar bin Khattab

6. Dari begitu banyak sahabat, tak kutemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala bentuk amal baik, namun tidak mendapati yang lebih baik daripada memberi nasehat yang baik. Aku mencari segala bentuk rezeki, tetapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. – Umar bin Khattab

7. Lidah akan terus berkata jujur selagi hatinya ikhlas dan luhur. – Umar bin Khattab


1. Cara terbaik untuk mengalahkan seseorang adalah mengalahkannya dengan kesopanan. – Umar bin Khattab

2. Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki pula oleh Allah pada apa yang nyata di wajahnya. – Umar bin Khattab

3. Biasakan diri dengan hidup susah, karena kesenangan tidak akan kekal selamanya. – Umar bin Khattab

4. Aku tidak peduli atas keadaan susah dan senangku, karena aku tidak tahu manakah di antara keduanya itu yang lebih baik bagiku. – Umar bin Khattab

5. Hindarilah sifat malas dan bosan, karena keduanya kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas, engkau tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan, engkau tidak akan tahan dalam menunaikan kewajiban. – Umar bin Khattab

6. Umar berkata, “Suatu negeri akan hancur meskipun dia makmur”. Mereka bertanya, “bagaimana suatu negeri bisa hancur padahal dia makmur?” Ia menjawab, “Jika pengkhianat menjadi petinggi dan harta dikuasai orang-orang fasik”. – Umar bin Khattab

7. Wanita bukanlah pakaian yang bisa kamu kenakan dan kamu tanggalkan sesuka hati. Wanita itu terhormat dan memiliki haknya. – Umar bin Khattab

8. Terkadang, orang dengan masa lalu paling kelam akan menciptakan masa depan yang paling cerah. – Umar bin Khattab


1. Janganlah kamu berburuk sangka dari kata-kata tidak baik yang keluar dari mulut saudaramu, sementara kamu masih bisa menemukan makna lain yang lebih baik. – Umar bin Khattab

2. Aku tidak pernah sekalipun menyesali diamku. Tetapi aku berkali-kali menyesali bicaraku. – Umar bin Khattab

3. Jangan melupakan diri sendiri saat menyampaikan nasehat kepada orang lain. – Umar bin Khattab

4. Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu, karena celamu lebih banyak darinya. – Umar bin Khattab

5. Orang yang paling aku sukai adalah orang yang mau menunjukkan kesalahanku. – Umar bin Khattab

6. Orang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanmu, itulah temanmu yang sesungguhnya. Sedangkan mereka yang hanya menyebar omong kosong dengan selalu memujimu, mereka sebenarnya adalah para algojo yang justru akan membinasakanmu. – Umar bin Khattab

7. Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang berprasangka buruk kepadanya. – Umar bin Khattab


Berikut beberapa kata bijak Umar bin Khattab tentang ilmu:

1. Raihlah ilmu. Dan untuk meraih ilmu, belajarlah untuk tenang dan sabar. – Umar bin Khattab

2. Suatu pengetahuan (ilmu), kalaupun tidak bermanfaat untukmu, tidak akan membahayakanmu. – Umar bin Khattab

3. Ilmu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, dia akan sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, maka dia akan rendah hati. Jika dia memasuki tahapan ketiga, maka dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya. – Umar bin Khattab

4. Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan (retorika). Tetapi seseorang yang menunaikan amanah dan menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain, dialah pria sejati (orang yang benar-benar mulia). – Umar bin Khattab

5. Manusia yang berakal adalah manusia yang suka menerima dan meminta nasehat. – Umar bin Khattab

6. Orang yang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, shalat, dan berjihad. Karena apabila orang berilmu mati, maka akan ada kekosongan dalam islam yang tidak dapat ditutup selain oleh penggantinya, yaitu orang berilmu juga. – Umar bin Khattab


1. Jangan tertipu oleh orang yang membaca Alquran. Tapi lihatlah kepada mereka yang perilakunya sesuai dengan Alquran itu. – Umar bin Khattab

2. Duduklah bersama orang-orang yang mencintai Allah, karena bergaul bersama orang seperti mereka akan mencerahkan pikiran. – Umar bin Khattab

3. Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat. Jangan buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit. – Umar bin Khattab

4. Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa. – Umar bin Khattab

5. Menjauhi dosa itu lebih ringan daripada menanggung rasa sakit dari sebuah penyesalan. – Umar bin Khattab

6. Bersabarlah, karena kesabaran adalah sebuah pilar keimanan. – Umar bin Khattab

7. Jagalah shalatmu. Karena saat kamu kehilangan shalat, maka kamu akan kehilangan segalanya. – Umar bin Khattab

8. Keyakinan (iman) adalah di mana seharusnya tidak ada perbedaan antara perbuatan, perkataan, dan apa yang kamu pikirkan. – Umar bin Khattab

9. Ajaklah seseorang kepada Islam meski tanpa melalui kata-kata. Mereka bertanya, “Bagaimana caranya?” Dia menjawab, “Dengan akhlakmu” – Umar bin Khattab


1. Umar melayangkan surat kepada Abu Musa Al Asyari: "Barang siapa yang niatnya tulis dan ikhlas niscaya Allah memberinya kecukupan antara dia dan orang lain."

2. Umar berkata, "Bertemu dan mengunjungi saudara dapat menghilangkan perasaan duka dan sedih. Maka, jika Allah memberimu karunia mendapatkan  cinta dan kasih sayang seseorangm maka indahkanlah."

3. "Jauhilah rasa kenyang. Karena itu akan memberatkan hidupmu dan menyusahkan kematianmu."

4. "Dulunya kami adalah orang-orang yang hina. Kemudian Allah mengangkat derajat kamo dengan Islam. Seandainya kami menginginkan kemuliaan dari selain Islam, sungguh Allah akan mencela dan menghina kami."

5. "Laki-laki sejati bukanlah yang kuat gertakan dan hentakan ancamannya. Teta;i yang bisa menjalankan amanah dengan baik dan menjaga kehormatan orang lain."

6. "Perbanyaklah anggota keluarga. Sungguh kalian tidak mengetahui melalui tangan siapa rezeki itu datang."

7. "Jika ada hewan kendaraan di Irak, maka Allah menanyakan tentang itu kepadaku, "Mengapa kendaraan itu tidak bisa berjalan wahai Umar?"

8. "Sungguh seorang hamba yang tawadhu karena Allah semata niscaya Allah akan mengangkat derajatnya, dan berkata, "Bangkit dan tegaklah, sungguh Allah telah mengangkat derajatmu!"

9. "Perbanyaklah duduk bersama orang-orang yang bertaubat. Sungguh mereka adalah orang-orang yang berhati lembut."

10. "Saya tidak pernah peduli apa yang menimpa hidupku. Apa yang saya cintai ataupun benci. Karena sesungguhnya saya tidak tahu apakah yang saya cintai atau yang saya bencit itu baik untuk saya atau tidak."


11. Umar berkata kepada Abu Musa Al Asyari, "Sama ratakanlah semua orang di hadapanmu dalam keadilan dan sewaktu bersama denganmu. Jangan sampai orang yang terpandang berbuat tamak dan orang yang lemah merasa putus asa dengan keadilanmu!"

12. "Saya mendapat kabar, bahwa doa itu dihimpit dan dikekang di antara langit dan bumi, tidak bisa naik ke atas sampai diucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad,"

13. Umar berkata, "Sungguh ada orang yang seumur hidupnya menentang dan menjadi penyakit dalam agama Islam ini dan tidak menyempurnakan shalatnya karena Allah." Umar lalu ditanya, "Bagaimana bisa begitu?" Umar bin Khattab berkata, "Orang tersebut tidak melengkapi rukuk, sujud, khusyu, dan tawadhu ketika shalat menghadap Allah."

14. Umar berdoa, "Ya Allah, muliakanlah orang-orang yang Engkau pilih di antara kami, agar mereka bisa membantu orang-orang yang membutuhkan di antara kami."

15. "Sungguh amalan-amalan itu saling angkuh dan membanggakan diri antara satu dengan yang lain. Amal sedekah akan berkata, "Akulah yang lebih mulia dari amalan lain."

16. "Bersikap jujurlah walau nyawa taruhannya! Saya lebih menyukari kejujuran walau membuat diri menjadi rendah - sekecil apapun - daripada berbuat bohong untuk mengangkat derajat walau hanya sedikit."

17. Ada tiga jenis orang ketika menghadapi masalah:

Pertama, menyelesaikan masalah dengan idenya yang justru semakin merusak.

Kedua, menyelesaikan masalah dengan berkonsultasi dan memusyawarahkan kepada yang lebih ahli.

Ketiga, bingung dan tidak menyelesaikan masalah, tetapi tidak mau mencari solusi dan tidak mau mendengar saran dan solusi orang lain."

18. "Tiga hal yang membuat Anda dicintai dan disayang saudara:

Pertama, mengucapkan salam

Kedua, melapangkan dan memberinya tempat duduk dalam suatu pertemuan

Ketiga, memanggilnya dengan panggilan yang paling disukainya."

19. "Jangan pernah membiarkan istri sendiri, walau Anda mengajarinya menghafal Alquran."

20. "Jangan pernah menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin kalian. Karena mereka menerima dan menghalalkan suap. Ketahuilah! Sungguh agama ALlah mengharamkan suap menyuap."


Umar bin Khattab RA merupakan sosok yang mulia dan agung. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ وَضَعَ الْحَقَّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ يَقُولُ بِهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Yahya bin Khalaf berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul A'la dari Muhammad bin Ishaq dari Makhul dari Ghudlaif bin Al Harits dari Abu Dzar ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah meletakkan kebenaran pada lisan Umar yang senantiasa dia ucapkan."

Sementara, Ali bin Abi Thalib menyebutkan: "Orang yang paling baik dari kalangan umat ini, setelah Nabi SAW, adalah Abu Bakar, selanjutnya Umar."



21. "Janganlah sekali-kali orang-orang yang tidak mengerti agama dan tidak bisa menimbang timbangan dengan adil, berdagang di pasar!"

22. Tuntutlah ilmu. Dan, belajarlah dari ilmu itu tentang ketentraman dan kelemah-lembutan!"

23. "Bergaullah dengan budi pekerti mulia, dan jadikanlah orang-orang sebagai sahabat dalam beramal dan beribadah!"

24. "Setiap orang yang dianugerahi nikmat pasti ada saja orang yang dengki kepadanya. Ketahuilah! Seandainya setiap orang bisa lebih kuat dari sebatang tanaman gandum, maka pasti ada saja angin yang akan menggoyahkannya. Satu kalimat tajam yang terucap mengenai sasaran tidak akan ada yang mendengarkannya!"

25. "Barang siapa yang datang ke Baitullah dengan ikhlas tanpa ada niat lain, kemudian bertawaf, maka orang tersebut akan suci layaknya ketika dia keluar dari rahim ibunya."

26."Umar berkata kepada Saad bin Abi Waqqash, "Sungguh Allah jika mencintai hamba-Nya, maka Dia akan membuat orang lain mencintai hamba-Nya. Maka Dia akan membuat orang lain mencintai hambNya itu. Maka, perhatikanlah terus kedudukanmu di hadapan Allah sebagaimana kedudukanmu di depan rakyat. Dan ketahuilah, bahwa apa yang ada di tanganmu, di mata Allah adalah seperti yang ada di mata mereka."

27. "Hidup sendiri lebih baik dari pada berteman dengan orang jahat!"

28. "Orang berakal bukan berarti bisa mengenali mana yang baik dan yang buruk. Tetapi orang berakal adalah yang mengetahui mana yang lebih baik dari dua hal buruk."

29. "Setiap sesuatu ada pucuknya. Dan pucuk kebaikan adalah menyegerakannya."

30. Seringkali Umar berpidato dan berkata, "Saya adalah yang beruntung di antara kalian, karena saya bisa menjaga sifat rakus dan tamak, nafsu dan amarah."


31. "Jika zaman sudah rusak, maka jagalah jangan sampai orang-orang bersuuzhon (Buruk sangka) terhadap kebenaran. Janganlah orang muslim memberi alasan kepada orang yang berbuat ghibah, walaupun yang dikatakan itu benar! Jangan pernah membantu niat ghibahnya meskipun untuk kebaikan dan kejujuran! Sebab perbuatan itu adalah adab yang tercela dan tidak menjaga diri dan kepribadian. Sungguh penghibah yang jujur pasti membuka dan menyingkap keburukan yang ditutupi-tutupi, menginjak hal yang dihormati, tidak memelihara harga diri dan kehormatan orang lain."

32. "Jika ada hamba Allah yang sombong dengan mengulur-ulur janjinya, kelak Allah pasti mencelanya dan mengatakan, "Pergilah, ALlah mencelamu!" Orang tersebut telah berbuat sombong terhadap dirinya. Di mata orang-orang dirinya hina, tak berarti. Sampai-sampai dia tidak lebih hina dari seekor babi."

33. "Barang siapa yang ingin menutupi rahasia diri, pilihan itu ada di tangannya sendiri. Barang siapa yang membuka tabir keburukan, maka jangan salahkan jika orang-orang akan bersuuzhon terhadap dirinya."

34. "Seseorang menjadi terpandang dan diperhitungkan orang-orang karena hartanya, kehormatannya, agamanya (Kesalahena), kepribadiannya, dan akhlak serta budi pekertinya."

35. "Masjid-masjid adalah rumah-rumah Allah yang ada di bumi. Orang yang shalat di dalamnya adalah tamu Allah. Sudah barang tentu, kewajiban yang dikunjungi adalah menghormati tamunya."

36. "Ingatlah neraka! Panasnya sangat menyengat. Kedalamannya yang curam sangat mencekam. Dinding dan corongnya terbuat dari besi panas."

37. Wanita itu ada tiga golongan:

Pertama, wanita lembut yang menjaga kehormatan dan muslimah, memelihara keluarganya, menghadapi hidup, dan memelihara kehidupan untuk keluarganya.

Kedua, wanita yang perhatian kepada anak.

Ketiga, wanita seperti kutu yang harus dan menghisap pundak orang-orang yang dikehendaki Allah.

38. "Menikah adalah kewajiban, kecuali karena lemah dan takut berbuat zhalim."

39. "Di antara doa Umar bin Khattab:

"Ya Allah, sungguh kami mohon kepada-Mu kebaikan saat-saat ini, dan keberkahan dalam waktu!"

40. "Jauhilah orang-orang yang berdalil menurut pendapatnya. Mereka adalah musuh-musuh sunnah. Mereka menghafal hadits, tetapi berbicara berdasarkan pendapatnya. Ketahuilah, mereka sesat dan menyesatkan."


41. "Sungguh yang melekatkan cinta dan kasih sayang saudaramu adalah memulai salam kepadanya ketika bertemu, memanggilnya dengan nama yang paling disukainya, dan melapangkan dalam pertemuannya."

42. "Jadikanlah orang-orang yang jujur sebagai saudara dan hiduplah bersama mereka! Sungguh mereka adalah perhiasan, kebahagiaan hidup, dan pelipur lara saat duka."

43. "Janganlah mereka mencela saudaramu jika dia sedang berujuzur!"

44. "Istiqomah adalah konsisten antara menjaga perintah dan larangan. Jangan melakukan rekayasa seperti tipu daya serigala."

45. Tiga perkara yang menghindahkan cinta dan kasih sayangmu. Kepada saudara, ucapkan salam kepadanya terlebih dahulu, lapangkanlah tempat duduknya dalam pertemuan, dan panggillah dengan sebutan yang paling disukainya."


46. Umar bin Khattab menuliskan surat kepada putranya Abdullah, "Ayah wasiatkan kepadamu: Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Dia mencukupkan dan melindungi orang yang bertakwa kepadaNya. Barang siapa yang memberikan pinjaman akna diberi balasan. Barang siapa yang bersyukur akan ditambahkan rezekinya. Karena itu, jadikanlah ketakwaaan sebagai pilar penglihatan dan cahaya hatimu."

47. "Sungguh di setiap pundak manusia ada hikmah. Ada malaikat yang ditugaskan untuk mencatat. Allah berkata kepada malaikat tersebut, "JIka hamba-ku ini tawadhu (Rendah hati), maka angkatlah derajatnya. Tapi jika dia meninggi, maka rendahkanlah dia."

48. "Hak para jiran tetangga adalah mendapatkan seluas-luasnya kebaikanmu dan tidak menyaktinya."

49. "Umar melayangkan sepucuk surat kepada Muawiyah, "Tegakkanlah kebenaran! Sungguh Allah akan menempatkan kedudukanmu bersama orang-orang yang menegakkan yang benar pada hari di mana tidak ada hukum yang berbicara kecuali kebenaran."

50. "Orang yang sedikit rasa malunya sedikit pula sifat wara'nya. Dan, barang siapa yang sedikit kewaraannya, hatinya pasti mati."


51. "Jika terdengar suara yang memanggul dari langit mengatakan, "Wahai manusia sekalian! Kalian semua masuk ke dalam surga, kecuali satu orang, sungguh saya benar-benar takut jika orang itu adalah saya."

52. "Janganlah pernah berhutang, karena awal dan akhirnya hanyalah perselisihan."

53. "Ajari dan didiklah anak-anak kalian dan shalatkanlah saudara seiman dan sedarah! Demi Allah, sungguh antara seseorang dengan saudaranya ada suatu penghalang. Jika saja dia tahu penghalang itu, maka ketika di rahim dia pasti akan mencabutnya."

54. "Barang siapa yang banyak bicara, banyak pula salahnya."

55. "Dalam keputusasaan itu ada kekayaan. Dalam ketamakan ada kemiskinan. Ketahuilah! menyendiri itu memberikan ketenangan, ketentraman dari bisikan kejahatan dan keburukan."


56. "Tinggalkanlah musuhumu, dan waspadalah terhadap temanmu, kecuali yang terpercaya! Karena orang kepercayaan adalah yang takut kepada Allah."

57. "Janganlah berteman dengan orang-orang yang jahat untuk mempelajari dunia hitam (kejahatan)! Jauhilah musuhmu! Dan, berhati-hatilah terhadap temanmu, kecuali yang terpercaya. Ingatlah! Orang kepercayaan adalah yang takut kepada Allah, khidmat dan khusyu, ketika di kuburan mengingat mati, merasa hina dalam ketaatan, menjaga diri dari maksiat. Berkonsultasilah kepada orang-orang yang takut kepada Allah!"

58. Ada suatu daerah yang nyaris hancur, padahal daerah itu sudah dibangun dan berkembang. Umar bin Khattab lalu ditanya, "Bagaimana bisa ada kampung yang hancur, padahal sudah dibangun kokoh dan berkembang?" Umar menjawab, "Jika para pembuat dosa lebih hebat dari pada orang-orang yang baik di daerah itu, kemudian pemimpin dan tokoh masyarakatnya adalah orang-orang munafik."

59. "Janganlah membebani pajak kepada rakyat, kecuali kepada para pengusaha dan yang berpendapatan besar!" Sungguh jika kalian membebani orang-orang ini, maka karunia dan rezeki semakin banyak. Janganlah membenani orang yang berpendapatan kecil! Sebab jika dia tidak punay pendapatan kemudian mencuri, maka maafkanlah, karena Allah akan memaafkan kalian. Dan, makanlah dari hasil yang bersih."

60. "Memaafkan yang paling afdhal adalah ketika kuat dan sanggup. Dan sebaik-baik kesengajaan adalah ketika bersungguh-sungguh (berniat)."

61. "Perbanyaklah berdzikir mengingat Allah, karena itu adalah obat! Hindarilah mengingat manusia, karena itu penyakit!"

62. "Semakin banyak tertawan, maka semakin tampak kekurangannya dan terhalang keindahan dirinya."

63. "Tinggalkanlah amal dan pekerjaan yang membuatmu takut mati! Karena pekerjaan tersebut tidak akan membahayakanmu setelah mati."

64. "Sesungguhnya yang paling saya takutkan dari kalian semua adalah orang yang berilmu, tetapi munafik. Sahabat Uamr bertanya, "Bagaimana bisa seorang munafik itu berilmu?" Umar bin Khattab berkata, "Bicaralah hikmah. Tetapi kelakuan atau perbuatannya dosa, dan perkataannya mungkar."

65. "Berlindunglah kepada Allah dari kejahatan perempuan. Dan, jadilah laki-laki dambaan wanita yang waspada dan mawas diri!"

66. Saat Umar menangis, Ibnu Abbas atau orang lain ada yang mengajaknya bicara dan memujinya. Kemudian Umar berkata, "Orang menjadi angkuh, karena kalian membuatnya angkuh. Seandainya saja ibuku belum melahirkanku." Lalu Umar menyampaikan beberapa wasiat.


67. "Ada perbedaan di dalam kebutuhan hidup. Yang paling saya khawatirkan dari kalian adalah ketika kebutuhan itu sedikit, akan tetapi merasa tidak ada kekurangan dan tidak disertai dengan perbaikan. Sedangkan yang bnyak tidak tersisa dan disertai kerusakan."

68. "Barang siapa yang malu terhadap Allah, pasti aibnya selalu dijaga ALlah."

69. "Merasa cukup yang disertai niat yang baik, lebih baik daripada banyak disertai pemborosan."

70. Pada suatu saat Umar bin Khattab bertemu dengan dua orang laki-laki yang saling menyombongkan diri. Umar berkata kepada mereka, "Kalau saja kalian adalah orang yang bertakwa, maka harus benar-benar bertakwa. Seandainya ada hitang di antara kalian, hitunglah! Jika kalian berakal, mestinya menjaga harga diri. Apabila kalian punya harta dan biasa mendermakannya niscaya kalian mendapat kemuliaan. Kalau tidak ada di antara smeua itu, maka kalian lebih parah dari dua ekor keledai. Kalau saya masih melihat kalian saling menyombongkan diri seperti ini, saya akan melagakan kepala kalian berdua."

71. Dikisahkan ada seorang laki-laki yang mendatangi Umar dan berbicara terlalu banyak. Umar bin Khattab lalu berkata kepadanya, "Terlalu banyak bicara disenangi setan."


72. "Ide dan pendapat itu banyak, tetapi sedikit yang benar-benar baik."

73. Umar bin Khattab pernah berkata, "Allah menyayangi orang yang mendermakan sisa hartanya dan memegang teguh sisa ucapannya."

74. "Janganlah engkau tertipu dengan perawakan seseorang sampai dia terlihat marah. Dan jangan pula terperdaya dengan agama (Kesalehannya) sampai tampak sifat tamaknya."

75. Pada suatu hari Umar bin Khattab melintas di depan Shafwan bin Khalaf Al Jamhi. Dia berkata, "Saya anak saluran air itu, tali airnya dan tempat keranjang adalah pengemisnya."

Umar bin Khattab berkata, "Jika kami adalah orang yang bertakwa, pastilah kamu orang yang mulia. Kalau perawakanmu baik, sudah barang tentu punya kepribadian yang baik pula. Kalau saja kamu adalah orang yang berakal, pasti punya asal-usul. Jika tidak, maka kamu lebih buruk daripada seekor anjing atau keledai."

76. "Tidak ada sesuatu di dunia ini yang lebih bermanfaat dan lebih tepat dalam masalah agama, kecuali firman Allah itu sendiri."

77. Umar bin Khattab berkata kepada seorang laki-laki yang tangannya terluka, "Obatilah walau hanya dengan tulang."


78. Pada suatu hari Umar berjalan melewati anak-anak yang sedang asyik bermain pasir. Umar berkata, "Pasir itu seperti suasana musim semi bagi anak-anak."

79. "Masalah tidak bisa diselesaikan, kecuali dengan ketegasan tanpa paksaan, dan dibarengi dengan cara lembut tapi tidak disepelekan."

80. "Orang yang paling mencintai kami di antara kalian sebelum kami mengatakannya adalah yang lebih memilih untuk diam. Apabila dia berbicara, kata-katanya masuk akal. Dan kalau kami mengujinya, maka dia akan berbuat lebih baik."

81. "Saya akan mengadukan orang jujur yang lemah dan orang kuat yang berkhianat hanya kepada Allah."

82. "Orang yang lebih berakal akan lebih mudah dimaafkan orang lain."

83. "Kuasailah nafsu syahwat! Sebab jika lepas, maka ia akan lari kepada kejahatan. Sungguh yang hak itu berat dan pahit. Sedangkan kebatilan dan kejahatan itu ringan dan mencemarkan. Ingatlah, bahwa meninggalkan kesalahan lebih baik daripada melakukan taubat. Ketahulah! Melihat yang tidak baik walau sedetik akan menimbulkan syahwat dan tertanam dalam benak. Jika sampai satu jam, hasrat syahwat itu pasti menyebabkan kesedihan yang berkepanjangan."


84. "Bekerja itu mulia dan terpuji. Sedangkan waktu kosong dan menganggur itu merusak."

85. "Jika saya mendapatkan laporan dan berita, bahwa pegawai, pekerja bawahanku berbuat zhalim kepada orang lain dan saya sendiri acuh tak acuh, tidak pedulu atau menyelesaikannya, berarti saya sudah berbuat zhalim"

86. "Tuntutlah ilmu, dan belajarlah darinya tentang ketentraman dan lemah lembut! Bersikap rendah hatilah (Tawadhu) kepada guru-gurumu! Supaya murid-muridmu juga berbuat demikian terhadapmu. Jangan pernah menjadi ulama yang merasa hebat, kuat, dan paling benar! Karena ilmu tidak akan pernah pada kebodohan kalian."

87. "Cari dan pelajarilah keterampilan dan bakat. Karena pada suatu saat, ia akan dibutuhkan."

88. Ada beberapa kriteria orang yang tidak baik:

Pertama, tetangga yang jika mendapati kebaikan disembunyikan. Tetapi, jika mendapati keburukan disebarluaskan.

Kedua, Sitri jika engkau bersamanya, dia mengaturmu. Apabila engkau sedang tidak di rumah, dia tidak membuatmu tenang dan tidak menghiraukannya.

Ketiga, pejabat yang tidak pernah memuji rakyat. Jika ada yang berbuat kasar kepadanya, dia langsung membunuh.


89. Ada tiga perkara yang merusak:

Pertama, bakhil atau kikir.

Kedua, mengikuti hawa nafsu.

Ketiga, berbangga dengan dirinya sendiri (ujub)


90. "Bergaullah dengan bermodalkan akhlak dan dekatilah mereka dengan amal ibadah."

91. "Dekat dengan orang kaya adalah fitnah bagi fakir miskin."

92. "Orang yang paling saya cintai adalah yang menyampaikan aib dan kekurangan saya langsung kepada saya."

93. "Orang yang baik harus menjadi pemimpon bagi orang yang jahat."

94. "Jangan jadikan cintamu beban hidup dan bencimu perusak diri."

95. "Menemui saudara-saudara dapat menghilangkan sedih dan duka."


96. "Seandainya rasa syukur dan sabar itu adalah dua kendaraan, maka yang mana saja di antara keduanya yang saya kendarai."

97. "Sungguh, khamar itu minuman paling ampuh untuk merusak akal dan berbuat tamak."

98. "Orang-orang yang bertawakal adalah orang yang selalu menebar citanya di bumi dan berserah diri kepada Allah."

99. Ketahuilah, mereka yang mengandalkan ligika, berbicara dengan pendapatnya adalah musuh-musuh sunnah. Perhatian mereka besar kepada hadits-hadits dan dihafal. Tetapi, setelah itu mereka mengeluarkan fatwa sesuka hati sesuai dengan pendapat mereka. Mereka sesat dan menyesatkan. Ketahuilah, kita ini meniru, bukan memulai sesuatu, kita mengikuti jejak dan bukan membuat yang baru (bid'ah). Keteguhan kita terhadap apa yang kita lakukan tidak akan menyesatkan."

100. "Ketahuilah! Setiap orang yang diberi amanah mengurus kaum muslimin harus berlaku seperti seorang budak kepada tuannya, memberi nasihat, dan menjalankan amanah."


1. "Jangan bersedih atas apa yang telah berlalu, kecuali kalau itu bisa membuatmu bekerja lebih keras untuk apa yang akan datang."
2. "Terkadang, orang dengan masa lalu paling kelam akan menciptakan masa depan yang paling cerah."
3. "Aku khawatir akan datangnya hari di mana orang-orang yang tidak beriman merasa bangga dengan kedustaannya, sementara orang-orang yang beriman malu dengan keimanannya."
4. "Aku tidak pernah sekalipun menyesali diamku. Tetapi aku berkali-kali menyesali bicaraku."
5. "Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah akan datangnya hari besar ditampakkannya amal."
6. "Biasakan diri dengan hidup susah, karena kesenangan tidak akan kekal selamanya."
7. "Menjauhi dosa itu lebih ringan daripada menanggung rasa sakit dari sebuah penyesalan."
8. "Jika salah satu dari kalian tergelincir (dalam perbuatan dosa), perbaiki dia, doakan dia dan jangan bantu setan mendekatinya."
9. "Mohonlah pertolongan kepada Allah agar menolong kalian melawan nafsu jahat kalian, sama seperti kalian memohon pertolongan dalam melawan musuh-musuh kalian."
10. "Tidak ada jalinan hubungan antara Allah dengan siapapun kecuali melalui ketaatan kepada-Nya."
11. "Jikalau kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal."
12. "Jika pasanganmu sedang marah, maka kamu harus tenang. Karena ketika salah satunya adalah api, maka satu yang lainnya harus bisa menjadi air yang bisa meredam amarah itu."
13. "Jangan tertipu oleh orang yang membaca Alquran. Tapi lihatlah kepada mereka yang perilakunya sesuai dengan Alquran itu."
14. "Dari begitu banyak sahabat, tak kutemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala bentuk amal baik, namun tidak mendapati yang lebih baik daripada memberi nasihat yang baik. Aku mencari segala bentuk rezeki, tetapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar."
15. "Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu, karena celamu lebih banyak darinya."
16. "Ketahuilah sabar itu ada dua. Yang satu lebih utama daripada yang lain. Sabar pada waktu musibah itu baik. Yang lebih baik daripadanya lagi ialah sabar (menahan diri) dari yang diharamkan Allah."
17. "Duduklah bersama orang-orang yang mencintai Allah, karena bergaul bersama orang seperti mereka akan mencerahkan pikiran."
18. "Hindarilah sifat malas dan bosan, karena keduanya kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas, engkau tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan, engkau tidak akan tahan dalam menunaikan kewajiban."
19. "Jika engkau ingin memuji seseorang, maka pujilah Allah, karena tak ada yang melebihi dalam memberi kepadamu, lebih lembut dan lebih santun selain Allah."
20. "Orang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanmu, itulah temanmu yang sesungguhnya. Sedangkan mereka yang hanya menyebar omong kosong dengan selalu memujimu, mereka sebenarnya adalah para algojo yang justru akan membinasakanmu."


21. "Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku."
22. "Jadilah orang yang bermartabat, jujur dan selalu menyampaikan kebenaran."
23. "Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat. Jangan buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit."
24. "Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu dan tidak ada kekhawatiran yang dapat mengubah masa depan."
25. "Bersabarlah, karena kesabaran adalah sebuah pilar keimanan."
26. "Jagalah shalatmu. Karena saat kamu kehilangan shalat, maka kamu akan kehilangan segalanya."
27. "Berpegang teguhlah pada kebenaran, bahkan meski kebenaran itu akan membunuhmu."
28. "Ya Allah, sesungguhnya aku ini orang yang keras, maka lunakkanlah aku. Sesungguhnya aku adalah orang yang lemah, maka kuatkanlah aku. Sesungguhnya aku adalah orang yang bakhil, maka jadikanlah aku orang yang dermawan."
29. "Aku tidak peduli atas keadaan susah dan senangku, karena aku tidak tahu manakah di antara keduanya itu yang lebih baik bagiku."
30. "Jangan berlebihan dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci sehingga membawa kebinasaan."
31. "Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, kehormatan dirinya pasti akan terjaga."
32. "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata lemah lembut."
33. "Janganlah kamu berburuk sangka dari kata-kata tidak baik yang keluar dari mulut saudaramu, sementara kamu masih bisa menemukan makna lain yang lebih baik."
34. "Barangsiapa yang jernih hatinya, akan diperbaiki pula oleh Allah pada apa yang nyata di wajahnya."
35. "Lidah akan terus berkata jujur selagi hatinya ikhlas dan luhur."


36. "Manusia yang berakal adalah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat."
37. "Sabar adalah bahan ramuan paling menyehatkan dalam hidup kita."
38. "Cara terbaik untuk mengalahkan seseorang adalah mengalahkannya dengan kesopanan."
39. "Raihlah ilmu. Dan untuk meraih ilmu, belajarlah untuk tenang dan sabar."
40. "Keyakinan (iman) adalah di mana seharusnya tidak ada perbedaan antara perbuatan, perkataan, dan apa yang kamu pikirkan."
41. "Ya Allah, sesungguhnya aku ini orang yang keras, maka lunakkanlah aku. Sesungguhnya aku adalah orang yang lemah, maka kuatkanlah aku. Sesungguhnya aku adalah orang yang bakhil, maka jadikanlah aku orang yang dermawan."
42. "Mahkota seseorang adalah akalnya. Derajat seseorang adalah agamanya. Sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya."
43. "Jangan melupakan diri sendiri saat menyampaikan nasihat kepada orang lain."
44. "Zuhud (kesederhanaan) yang paling utama adalah menyembunyikan kezuhudan tersebut."
45. "Suatu pengetahuan (ilmu), kalaupun tidak bermanfaat untukmu, tidak akan membahayakanmu."
46. "Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan (retorika). Tetapi seseorang yang menunaikan amanah dan menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain, dialah pria sejati (orang yang benar-benar mulia)."
47. "Ilmu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan pertama, dia akan sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, maka dia akan rendah hati. Jika dia memasuki tahapan ketiga, maka dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya."
48. "Orang yang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, shalat, dan berjihad. Karena apabila orang berilmu mati, maka akan ada kekosongan dalam islam yang tidak dapat ditutup selain oleh penggantinya, yaitu orang berilmu juga."
49. "Raihlah ilmu. Dan untuk meraih ilmu, belajarlah untuk tenang dan sabar."
50. "Duduklah bersama orang-orang yang mencintai Allah, karena bergaul bersama orang seperti mereka akan mencerahkan pikiran."





Suatu hari, Umar pernah mengirimkan surat kepada  anaknya Abdullah bin Umar.  Dalam surat tersebut, ada 7 nasihat yang disampaikan Umar kepada anaknya:

Pertama, wahai anakku, bertakwalah kepada Allah, karena barang siapa yang bertakwa kepada-Nya, maka kemanapun ia berada, Allah SWT akan senantiasa melindunginya.

Kedua, wahai anakku, barang siapa yang bersyukur, maka Allah SWT akan menambahkan nikmat tersebut.

Ketiga, wahai anakku, jadikanlah ketakwaan sebagai pelindung kedua matamu dan pengingat hatimu dari segala bentuk kemaksiatan.

Keempat, wahai anakku, berniatlah ketika akan melakukan sesuatu, karena amal perbuatan yang tidak disertai dengan niat dianggap tidak ada.

Kelima, wahai anakku, seseorang tidak akan mendapatkan pahala, jika tidak ada timbangan amal kebaikannya.

Keenam, wahai anakku, seseorang tidak akan memperoleh kekayaan, jika tidak memiliki keramahan dan kelembutan hati.

Ketujuh, wahai anakku. seseorang tidak akan bisa mendapatkan sesuatu yang baru, jika tidak belajar dari sesuatu yang lama.”


Umar bin Khattab adalah khalifaur rasyidin yang kedua. Ia adalah sosok yang sangat disegani dan begitu dihormati oleh penduduk Mekkah.

Umar bin Khattab berasal dari suku Quraisy. Ia merupakan putra dari salah seorang pembesar Quraisy yang bernama Al-Khattab dan Hanthamah.

Sebelum memeluk Islam, Umar bin Khattab adalah sosok yang sangat-sangat membenci Rasulullah dan umat Islam. Ia adalah musuh Islam yang paling utama sebelum memutuskan untuk mengikuti Rasulullah SAW.

Ketika masa jahiliyah, hampir semua urusan kaum Quraisy diserahkan kepada Umar. Apabila terjadi sengketa antar orang Quraisy dan suku lainnya, ia adalah orang yang diutus kaumnya.

Bahkan dulu saking bencinya ia dengan Islam, pernah ada yang mengatakan,”Kendati keledai di Mekkah masuk Islam, Umar bin Khattab sesekali tak akan pernah masuk Islam.”

Puncak kebenciannya terhadap ajaran Islam adalah ketika ia sendiri memutuskan untuk membunuh Nabi Muhammad SAW.

Namun di tengah perjalanannya, ia mendengar bahwa adiknya, Fathimah, telah memutuskan untuk masuk Islam dan mengikuti ajaran Muhammad. Umar pun langsung pulang ke rumah dan hendak menghukum Fathimah dengan segala kemarahan yang membuncah.

Lalu hidayah itu pun datang. Ketika ia mendengar Fathimah membaca Al-Quran surat At-Thoha ayat 1-8, Umar pun memutuskan untuk mengikuti ajaran Islam.

Sejarah pun mencatat, seseorang yang dulunya terkenal paling keras menentang Islam dan paling kejam menyiksa para pengikut Rasulullah kini menjadi pembela Rasulullah paling berani.

Kemudian Umar bin Khattab menjadi orang terdepan dalam membela Islam dan selalu melindungi Rasulullah. Kehadiran Umat yang begitu disegani dan amt berani membuat Islam semakin kuat.

Umar bin Khattab kemudian mendapat julukan Al-Faruq. Julukan itu ia peroleh karena keberaniannya dalam memisahkan antara kebenaran dan kebathilan.

Dalam lembaran sejarah Islam, ia kemudian memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin sebagai Khalifah setelah wafatnya Abu Bakar Al-Shiddiq.

Kata Kata Mutiara Islam Sahabat Umar bin Khattab
Sebagai salah seorang sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga, Umar bin Khattab memiliki keutamaan tersendiri. Hal itu terlihat dari indahnya kata mutiara islam Umar bin Khattab dalam menasehati kaum muslimin.

Berikut kumpulan kata bijak islami Umar bin Khattab. Semoga menginspirasi untuk selalu berlomba-lomba berbuat kebaikan dan menjauhi kebatilan.

Orang yang paling aku senangi adalah orang yang berkenan menunjukkan kesalahanku. – Umar bin Khattab

Wanita bukanlah pakaian yang bisa kamu pakai dan kamu tanggalkan sesuka hati. Wanita itu makhluk terhormat dan memiliki haknya. – Umar bin Khattab
Jangan bersedih atas apa yang telah berlalu, kecuali kalau itu bisa membuatmu bekerja lebih keras untuk apa yang akan datang. – Umar bin Khattab

Jangan tertipu oleh orang yang membaca Alquran. Tapi lihatlah kepada mereka yang perilakunya sesuai dengan Alquran itu. – Umar bin Khattab
Dulu Kami adalah orang-orang paling terhina di muka bumi, dan kemudian Allah memberi kami kemuliaan melalui Islam. – Umar bin Khattab

Terkadang, orang dengan masa lalu paling kelam akan menciptakan masa depan yang paling cerah. – Umar bin Khattab
Tidak ada Islam bagi orang yang tidak mengerjakan shalat. – Umar bin Khattab

Orang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanmu, itulah temanmu yang sesungguhnya. Sedangkan mereka yang hanya menyebar omong kosong dengan selalu memujimu, mereka sebenarnya adalah para algojo yang justru akan membinasakanmu. – Umar bin Khattab
(Baca juga: Kata Mutiara Islam dari Abu Bakar Al Shiddiq)

Kata Bijak Islam dari Umar bin Khattab
Duduklah bersama orang-orang yang mencintai Allah, karena bergaul bersama orang seperti mereka akan mencerahkan pikiran. – Umar bin Khattab

Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku. – Umar bin Khattab
Aku khawatir akan datangnya hari di mana orang-orang yang tidak beriman merasa bangga dengan kedustaannya, sementara orang-orang yang beriman malu dengan keimanannya. – Umar bin Khattab

Jadilah orang yang bermartabat, jujur dan selalu menyampaikan kebenaran. – Umar bin Khattab
Aku tidak pernah sekalipun menyesali diamku. Tetapi aku berkali-kali menyesali bicaraku. – Umar bin Khattab

Aku tidak akan membiarkan orang tiran yang berbuat zalim kepada orang lain atau melanggar hak orang lain hingga pipi orang itu akan aku letakkan di atas tanah dan pipinya yang sebelah lagi akan aku injak dengan kakiku sampai ia mau kembali kepada kebenaran. Sebaliknya, kepada orang yang bersih dan mau hidup sederhana, aku akan menaruh pipiku di atas tanah. – Umar bin Khattab
Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat. Jangan buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit. – Umar bin Khattab

Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang mau menunjukkan kesalahanku. – Umar bin Khattab
Sabar adalah bahan ramuan paling menyehatkan dalam hidup kita. – Umar bin Khattab

Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu dan Tidak ada kekhawatiran yang dapat mengubah masa depan. – Umar bin Khattab
Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah akan datangnya hari besar ditampakkannya amal. – Umar bin Khattab

Cara terbaik untuk mengalahkan seseorang adalah mengalahkannya dengan kesopanan. – Umar bin Khattab
Kata Bijak Islam Umar bin Khattab Penuh Nasehat
Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa. – Umar bin Khattab

Aku tidak suka tetap di dunia ini kecuali karena tiga hal; Pertama, tempat di mana aku bisa meletakkan keningku di tanah untuk bersujud kepada Allah; Kedua, tempat orang-orang berilmu berkumpul, di mana aku bisa duduk bersama mereka untuk mengambil nasehat yang baik, sebagaimana dipetiknya buah yang ranum; dan Ketiga, berjihad di jalan Allah. – Umar bin Khattab
Biasakan diri dengan hidup susah, karena kesenangan tidak akan kekal selamanya. – Umar bin Khattab

Jangan berlebihan dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci sehingga membawa kebinasaan. – Umar bin Khattab
Menjauhi dosa itu lebih ringan daripada menanggung rasa sakit dari sebuah penyesalan. – Umar bin Khattab

Bersabarlah, karena kesabaran adalah sebuah pilar keimanan. – Umar bin Khattab
Jagalah shalatmu. Karena saat kamu kehilangan shalat, maka kamu akan kehilangan segalanya. – Umar bin Khattab

Jika salah satu dari kalian tergelincir (dalam perbuatan dosa), perbaiki dia, doakan dia dan jangan bantu setan mendekatinya. – Umar bin Khattab
Berpegang teguhlah pada kebenaran, bahkan meski kebenaran itu akan membunuhmu. – Umar bin Khattab

Keyakinan (iman) adalah di mana seharusnya tidak ada perbedaan antara perbuatan, perkataan, dan apa yang kamu pikirkan. – Umar bin Khattab
Ajaklah seseorang kepada Islam meski tanpa melalui kata-kata. Mereka bertanya, “Bagaimana caranya?” Dia menjawab, “Dengan akhlakmu” – Umar bin Khattab

Ya Allah, sesungguhnya aku ini orang yang keras, maka lunakkanlah aku. Sesungguhnya aku adalah orang yang lemah, maka kuatkanlah aku. Sesungguhnya aku adalah orang yang bakhil, maka jadikanlah aku orang yang dermawan. – Umar bin Khattab
Mohonlah pertolongan kepada Allah agar menolong kalian melawan nafsu jahat kalian, sama seperti kalian memohon pertolongan dalam melawan musuh-musuh kalian. – Umar bin Khattab

Tidak ada jalinan hubungan antara Allah dengan siapapun kecuali melalui ketaatan kepada-Nya. – Umar bin Khattab
Jangan melupakan diri sendiri saat menyampaikan nasehat kepada orang lain. – Umar bin Khattab

Jika pasanganmu sedang marah, maka kamu harus tenang. Karena ketika salah satunya adalah api, maka satu yang lainnya harus bisa menjadi air yang bisa meredam amarah itu. – Umar bin Khattab
Kumpulan Kata Bijak Islam Umar bin Khattab
Umar berkata, “Ajaklah seseorang kepada islam meski tanpa melalui kata-kata” Mereka bertanya, “Bagaimana caranya?” Dia menjawab, “Dengan akhlakmu”. – Umar bin Khattab

Manusia yang berakal adalah manusia yang suka menerima dan meminta nasehat. – Umar bin Khattab
Dari begitu banyak sahabat, tak kutemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala bentuk amal baik, namun tidak mendapati yang lebih baik daripada memberi nasehat yang baik. Aku mencari segala bentuk rezeki, tetapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. – Umar bin Khattab

Jikalau kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal. – Umar bin Khattab
Aku tidak peduli atas keadaan susah dan senangku, karena aku tidak tahu manakah di antara keduanya itu yang lebih baik bagiku. – Umar bin Khattab

Hindarilah sifat malas dan bosan, karena keduanya kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas, engkau tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan, engkau tidak akan tahan dalam menunaikan kewajiban. – Umar bin Khattab
Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang berprasangka buruk kepadanya. – Umar bin Khattab

Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu, karena celamu lebih banyak darinya. – Umar bin Khattab
Andai terdengar suara dari langit yang berkata, “Wahai manusia, kalian semua sudah dijamin pasti masuk surga kecuali satu orang saja”. Sungguh aku khawatir satu orang itu adalah aku. – Umar bin Khattab

Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan. – Umar bin Khattab
Lidah akan terus berkata jujur selagi hatinya ikhlas dan luhur. – Umar bin Khattab

Umar berkata, “Suatu negeri akan hancur meskipun dia makmur”. Mereka bertanya, “bagaimana suatu negeri bisa hancur padahal dia makmur?” Ia menjawab, “Jika pengkhianat menjadi petinggi dan harta dikuasai orang-orang fasik”. – Umar bin Khattab
Seandainya seekor keledai terperosok karena jalanan yang rusak, aku sangat khawatir karena pasti akan ditanya oleh Allah SWT, “Mengapa kamu tidak meratakan jalan untuknya?”. – Umar bin Khattab

Janganlah kamu berburuk sangka dari kata-kata tidak baik yang keluar dari mulut saudaramu, sementara kamu masih bisa menemukan makna lain yang lebih baik. – Umar bin Khattab
Orang yang banyak tertawa itu kurang wibawanya. – Umar bin Khattab